Assalamualaikum

SIMO BERBENAH

Published by ridokurnianto under on 20.17


Seni budaya

Reyog memiliki akar sejarah yang erat berkait dengan karakter masyarakat Ponorogo. Memahami dengan baik kesejarahan reyog akan berdampak pada tertanamnya idealisme berseni reyog sekaligus memunculkan kreatifitas yang bias dipertanggungjawabkan

Dinamika berseni reyog selalu berhimpit dengan ruang dan waktu kekinian, dimana sarat tafsir dalam rangka mencitrakan reyog sebagai kesenian yang lahir dan besar di kota reyog ini. Memiliki pemahaman nilai/filosofi seni reyog akan mengantar konco reyog bias berkreatifitas berseni reyog dengan baik sesuai dengan latar kehidupan yang melingkupi. Reyog Simo Budi Utomo, dengan demikian, secara otomatis akan mudah berkreasi untuk mencitrakan seni adiluhung ini dengan bahasa akademik-islami, ketika nilai/dasar filosofis tersebut terkuasai dengan baik oleh seluruh konco simo

Pakem reyog bukanlah “kitab suci” yang “haram” di sentuh dan dikritisi. Sebuah pakem berseni, termasuk kesenian reyog Ponorogo hanyalah sebuah pedoman umum yang berfungsi sebagai penunjuk arah untuk memilih sekian alternative jalan melangkah menuju tujuan yang sama, yakni mementaskan hidup dan kehidupan wong Ponorogo dengan watak dasar; blak-blakan, guyup-rukun, trengginas, jembar dadane, tur sumeleh marang Gusti Kang Murbeng Dumadi.

Jati Diri:

Konco Simo adalah representasi dari wong Ponorogo yang memiliki tanggungjawab besar; mementaskan hidup dan kehidupan yang penuh makna dan manfaat bagi semesta. Konsep warok Ponorogo sebenarnya berkembang dari logika itu. Dengan demikian, ketika konco Simo semakin gandrung kepada seni reyog, maka otomatis dirinya akan semakin ber hidmat (asyik-maksyuk) di dalam romantisme budaya warok, dan kemudian ber ‘azam kuat untuk membumikan nilai kemanfaatan dan kebermaknaan di tengah-tengah masyarakatnya.

Menghias diri dengan kualitas unggul di segala aspek, dengan demikian, menjadi sebuah keniscayaan bagi seluruh konco Simo Budi Utomo; berkesenian, kependidikan, keilmuan dan teknologi, serta keberagamaan.

Baca Selengkapnya ...

0 komentar:

Poskan Komentar